h1

Keterampilan Membaca Cepat

“Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat untuk Menemukan Ide pokok dengan Teknik Skipping Ayunan Visual pada Siswa Kelas X. MA “Hidayatul Mubtadiin” Tasikmadu Malang Tahun Ajaran 2009/2010”.

*Siti Aisyah*

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang dapat memberikan harapan dan kemungkinan yang lebih baik di masa mendatang, telah mendorong berbagai upaya lapisan masyarakat terhadap setiap gerak langkah dan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia misalnya pemerintah membuat perubahan-perubahan baru diantaranya adalah menciptakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada kecakapan-kecakapan yang berguna untuk menghadapi permasalahan dalam berbahasa yang meliputi (1) keterampilan menyimak; (2) keterampilan berbicara; (3) keterampilan membaca; (4) keterampilan menulis.
Pada era globalisasi sekarang ini, orang dituntut untuk berlomba-lomba menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebanyak-banyaknya dan seluas- luasnya. Salah satu cara memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan membaca. Membaca sebagai salah satu keterampilan berbahasa menduduki posisi dan peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan manusia. Masyarakat yang gemar membaca memperoleh pengetahuan dan wawasan baru semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang (Rahim 2005:1).
Pembelajaran membaca merupakan sarana pengembangan bagi keterampilan berbahasa lainnya. Tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai apabila penguasaan keterampilan membaca terus dilatih dan ditingkatkan. Nurhadi (2005b:11) mengemukakan beberapa hal untuk meningkatkan kemampuan membaca, yaitu (1) menyadari adanya berbagai variasi tujuan membaca yang berbeda dari satu kegiatan membaca dengan kegiatan membaca lain; (2) selalu merumuskan secara jelas setiap kegiatan membaca, minimal tahu apa yang akan diperolehnya dari membaca; (3) perlu mengembangkan berbagai strategi membaca selaras dengan ragam tujuan membaca; (4) perlu latihan membaca dengan berbagai variasi tujuan membaca; dan (5) menyadari bahwa seseorang yang mempunyai daya baca tinggi akan mampu memanfaatkan teknik membaca yang bervariasi sejalan dengan tujuan membaca yang ingin dicapainya.
Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Nasional membuat kebijakan untuk mengajarkan membaca di sekolah mulai tingkat SD sampai dengan tingkat SMA/MA. Pembelajaran membaca yang diajarkan untuk siswa kelas X SMA/MA adalah membaca lanjutan (membaca cepat 250 kpm dan menemukan ide pokok). Membaca lanjutan merupakan kelanjutan dari membaca menengah. Sesuai kurikulum, standar kompetensi awal pada siswa kelas X SMA/MA adalah membaca berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca (Kurikulum Standar Isi 2006). Untuk mencakupi standar tersebut, siswa perlu diajari membaca cepat sekaligus dapat menemukan ide pokok dalam teks bacaan. Mengingat masing-masing siswa mempunyai irama perkembangan dan kematangan yang berbeda-beda, maka guru dituntut dapat memilih dan menggunakan teknik-teknik membaca dalam kegiatan belajar mengajar secara optimal (Haryadi 2006a:6).
Dari survei pendahuluan yang penulis laksanakan meliputi observasi dan wawancara dengan guru dan siswa di kelas X. MA “Hidayatul Mubtadiin” untuk mengungkapkan permasalahan yang dihadapi siswa, diperoleh data keadaan siswa dan kemampuan siswa, karateristik siswa, dan keinginan siswa sebagai berikut.
Pertama, berdasarkan wawancara dengan siswa menyatakan pernah belajar membaca namun mereka belum pernah belajar membaca cepat dengan suatu teknik. Guru masih menerapkan proses pembelajaran konvensional yaitu guru berceramah dan siswa mengerjakan tugas. Guru hanya mengajarkan siswa untuk membaca tanpa disertai dengan teknik yang dapat memudahkan siswa untuk membaca dengan cepat serta dapat menemukan ide pokok bacaan dengan cepat pula. Kedua, berdasarkan keterangan guru dan hasil observasi, kemampuan membaca siswa masih dalam tahap per kata. Ketiga, berdasarkan keterangan guru, siswa jika diberi pelajaran membaca tampak kurang berminat dan kurang tertarik dengan bacaan yang disajikan. Keempat, berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, mereka ingin pembelajaran yang menyenangkan. Selama ini siswa menganggap pembelajaran membaca sangat membosankan.
Berdasarkan keadaan tersebut, perlu diupayakan cara untuk meningkatkan keterampilan membaca khususnya membaca cepat untuk menemukan ide pokok. Rendahnya keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok juga diketahui setelah dilakukan tes awal membaca cepat untuk menemukan ide pokok. Dari hasil tes diketahui rata-rata membaca siswa sebesar 171 kpm, rata-rata tersebut masuk dalam kategori lambat dan belum dinyatakan tuntas karena guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia mematok standar ketuntasan minimal siswa sebesar 250 kpm. Hasil tes pemahaman ide pokok juga masuk dalam kategori cukup yaitu sebesar 44,63, nilai tersebut belum memenuhi standar ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu sebesar 70. Dilakukan tes awal keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok memperkuat hasil wawancara dan observasi terhadap siswa kelas X. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok siswa kelas X MA “Hidayatul Mubtadiin” masih rendah.
Hasil studi para ahli membaca di Amerika mengungkapkan, kecepatan yang memadai untuk siswa tingkat akhir sekolah dasar kurang lebih 200 kpm, siswa lanjutan tingkat pertama antara 200-250 kpm, siswa tingkat lanjutan atas antara
250-325 kpm, dan tingkat mahasiswa 325-400 kpm dengan pemahaman isi bacaan minimal 70 %. Adapun di Indonesia KEM minimal untuk klasifikasi membaca adalah SD (140 kpm), SLTP (140-175 kpm), SMU (175-245 kpm), dan PT (245 – 280) (Subyantoro dkk, 2002:33).
Rendahnya tingkat keterampilan siswa dalam membaca cepat untuk menemukan ide pokok juga disebabkan oleh perilaku siswa yang kurang baik selama proses pembelajaran membaca cepat. Perilaku siswa yang kurang baik yaitu siswa menganggap mudah pembelajaran membaca karena siswa beranggapan bahwa membaca merupakan kegiatan yang mudah dilakukan sehingga tidak memerlukan tingkat perhatian dan konsentrasi yang lebih. Selain itu, kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam membaca juga masih banyak dilakukan antara lain vokalisasi, mengangkat teks, dan menyangga kepala.
Melihat kenyataan di atas, perlu diadakan upaya peningkatan keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok dan perubahan perilaku siswa menjadi lebih baik. Teknik skipping ayunan visual dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok. Teknik skipping ayunan visual merupakan teknik baca loncat dari bagian yang penting ke bagian penting lainnya secara cepat dan tepat. Dengan mengayunkan mata secara cepat dan tepat, siswa dapat membaca secara cepat dan menemukan ide pokok secara cepat pula.
Masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok siswa harus segera diatasi. Apabila permasalahan kurang meningkatnya keterampilan membaca siswa khususnya membaca cepat untuk menemukan ide pokok, tidak segera diatasi akan berakibat kurang berkembangnya tingkat keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok siswa. Keterampilan membaca merupakan keterampilan yang berjenjang yang tentu saja setiap jenjang pendidikan terdapat kemajuan tingkat jenjang keterampilan. Hal tersebut menuntut adanya peningkatan keterampilan membaca siswa untuk menghadapi jenjang keterampilan membaca yang semakin kompleks.
Penggunaan teknik skipping ayunan visual pada pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok dapat membantu guru dalam penyusunan strategi pembelajaran yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok siswa. Penerapan teknik skipping ayunan visual menjadikan pembelajaran tidak hanya disajikan secara konvensional, yaitu siswa membaca kemudian menjawab soal pemahaman ide pokok, tetapi siswa terlebih dahulu membuat pertanyaan yang berkaitan dengan isi bacaan sebelum tahap membaca. Dengan teknik ini diharapkan siswa tidak lagi bersikap pasif dan mampu menyerap isi bacaan.
Berdasarkan uraian di atas, penggunaan teknik pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok dengan teknik skipping ayunan visual sangat menarik untuk diteliti maka dari itulah penulis melakukan penelitian dengan judul
“Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat untuk Menemukan Ide pokok dengan Teknik Skipping Ayunan Visual pada Siswa Kelas X. MA “Hidayatul Mubtadiin” Tasikmadu Malang Tahun Ajaran 2009/2010”.

1.2. Fokus Penelitian
1.2.1. Masalah Umum
Bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok dengan menggunakan teknik skipping ayunan visual siswa kelas X. MA “Hidayatul Mubtadiin” Tasik Madu Malang?
1.2.2. Masalah Khusus
1)Bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok karangan deskripsi dengan menggunakan teknik skipping ayunan visual siswa kelas X. MA “Hidayatul Mubtadiin” Tasik Madu Malang?
2)Bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok karangan argumentasi dengan menerapkan teknik skipping ayunan visual siswa kelas X.MA “Hidayatul Mubtadiin” Tasik Madu Malang?

1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi objektif peningkatan keterampilan membaca cepat dalam menemukan ide pokok dengan menggunakan teknik skipping ayunan visual siswa kelas X.MA “Hidayatul Mubtadiin” Tasik Madu Malang.
1.3.2. Tujuan Khusus
1)Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi objektif peningkatan keterampilan membaca cepat dalam menemukan ide pokok karangan deskripsi dengan menggunakan teknik skipping ayunan visual siswa kelas X.MA “Hidayatul Mubtadiin” Tasik Madu Malang.
2)Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi objektif peningkatan keterampilan membaca cepat dalam menemukan ide pokok karangan argumentasi dengan menggunakan teknik skipping ayunan visual siswa kelas X.MA “Hidayatul Mubtadiin” Tasik Madu Malang.

1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis.
1.4.1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis setelah dilakukannya latihan membaca cepat untuk menemukan ide pokok melalui pembelajaran bersiklus adalah menambah khasanah pengembangan pengetahuan membaca cepat untuk menemukan ide pokok. Selain itu, mengembangkan teori pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok dengan teknik skipping ayunan visual.
1.4.2. Manfaat Praktis
Manfaat praktis, bagi guru hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan masukan bagi guru dan calon guru khususnya dalam pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam pemilihan teknik yang relevan dengan materi pelajaran. Bagi siswa, memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bermakna dengan pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok dengan teknik skipping ayuna visual. Manfaat bagi pendidikan, melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi renungan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pendidikan dalam hal ini pemerintah sebagai penyelenggara dan guru sebagai pelaksana, agar dapat menyuguhkan pendidikan yang lebih berkualitas.

1.5. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, dapat diketahui bahwa rendahnya tingkat keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok disebabkan oleh berbagai faktor yang saling mempengaruhi. Dalam penelitian ini, masalah yang akan dibahas adalah rendahnya keterampilan membaca cepat untuk menemukan ide pokok karena faktor kurang bervariasinya teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru. Guru hanya berceramah kemudian siswa membaca dan menjawab soal pemahaman ide pokok.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, peneliti memilih teknik skipping ayunan visual untuk meningkatkan kecepatan membaca untuk menemukan ide pokok. Adapun pertimbangan pemilihan membaca cepat untuk menemukan ide pokok dengan teknik skipping ayunan visual adalah sebagai berikut.
Peningkatan membaca cepat untuk menemukan ide pokok dengan teknik skipping ayunan visual dianggap tepat untuk menyelesaikan pembelajaran membaca cepat untuk menemukan ide pokok yang terjadi di kelas X. MA “Hidayatul Mubtadiin”, karena pembelajaran ini menekankan pada latihan gerakan mengayunkan mata dari bagian bacaan yang penting ke bagian yang bacaan yang lain, sehingga dengan cepat pula dapat menemukan ide pokok dalam suatu bacaan. Pembelajaran ini dimulai dengan siswa mengetahui terlebih dahulu apa yang membuat mereka sangat lambat dalam membaca dan kesulitan dalam menemukan ide pokok suatu bacaan.
Selanjutnya siswa berlatih menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam membaca dan dilanjutkan dengan berlatih membaca cepat untuk menemukan ide pokok. Teknik skipping ayunan visual merupakan teknik yang akan diajarkan kepada siswa untuk meningkatkan membaca dan menemukan ide pokok dalam bacaan. Setelah mereka mengetahui apa itu teknik skipping ayunan visual dan manfaatnya kemudian siswa mempraktikan teknik tersebut. Dalam teknik ini, siswa akan diajarkan bagaimana mengayunkan mata dari bacaan yang penting ke bacaan penting yang lainnya secara cepat dan tepat. Teknik ini dimulai dari latihan mengayunkan mata dengan membaca frase, melebarkan jangkauan mata, membaca kalimat, dan membaca paragraf. Setelah latihan selesai, siswa diminta untuk menyiapkan stop watch sebagai alat menghitung kecepatan membaca dan semua siswa secara serentak membaca sebuah teks secara cepat. Dengan kecepatan membaca yang tinggi dan pemahaman bacaan yang baik juga, dapat mempermudah siswa untuk menemukan ide pokok suatu bacaan.
1.6. Definisi Operasional
Keterampilan membaca dalam hal ini merupakan kebiasaan, kecermatan, dan ketelitian, serta kepekaan siswa dalam menangkap pesan-pesan tertulis.
Membaca cepat dalam hal ini merupakan jenis membaca yang mengutamakan kecepatan, dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap aspek bacaannya
Ide pokok merupakan adalah gagasan utama atau pokok pikiran yang diungkapkan ke dalam satu atau beberapa kalimat. Ide pokok dapat ditemukan pada awal paragraf, akhir paragraf, awal dan akhir paragraf, dan menyebar di seluruh paragraf.
Teknik skipping berarti membaca dengan mengayunkan mata dari bagian penting atau pokok ke bagian penting lainnya.
Ayunan visual merupakan cara membaca dengan mengayunkan mata secara cepat dan tepat.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: