h1

Keterampilan Membaca

“Peningkatan Ketrampilan Membaca dengan Menggunakan Pendekatan Media Flash Card Di Kelas 1 MI Hidayatul Mubtadi’in Malang”.

*Rohma Alfiyah*

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Pada saat ini kita dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu tuntutan agar kita dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan membaca. Membaca merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang menduduki posisi dan peranan yang sangat penting dalam kontek kehidupan manusia (Rahim, 2005). Manusia yang gemar membaca memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang.
Membaca sebagai pembelajaran merupakan sarana pengembangan bagi ketrampilan berbahasa lainnya. Pembelajaran membaca permulaan erat hubungannya dengan pembelajaran menulis permulaan karena sebelum mengajarkan menulis, guru harus terlebih dahulu mengenalkan bunyi suatu tulisan beserta bunyi melalui pembelajaran membaca permulaan. Pembelajaran membaca permulaan merupakan pembelajaran membaca tahap awal dan kemampuan yang diperoleh siswa akan menjadi dasar pembelajaran membaca lanjut yang dilaksanakan di kelas-kelas yang lebih tinggi. Membaca permulaan diberikan secara bertahap, yakni pra membaca, dan membaca. Pada tahap pra membaca, kepada siswa diajarkan (1) sikap duduk yang baik pada waktu membaca, (2) cara meletakkan buku di atas meja, (3) cara memegang buku, (4) cara membuka dan membalik halaman buku, dan (5) melihat dan memperhatikan tulisan.
Pembelajaran membaca untuk tahap permulaan atau dikelas 1 Sekolah Dasar dititikberatkan pada aspek-aspek yang bersifat teknis seperti ketepatan menyuarakan tulisan, lafal dan intonasi yang wajar, kelancaran dan kejelasan suara. Kemampuan membaca yang diperoleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut. Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya maka kemampuan membaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru, sebab jika dasar itu tidak kuat maka pada tahap membaca lanjut siswa akan mengalami kesulitan untuk dapat memiliki kemampuan membaca yang memadai seperti yang diharapkan oleh kita semua.
Dalam proses pembelajaran, baik bagi peserta didik pada Sekolah Dasar umum maupun Madrasah Ibtida’iyah tidak dapat dihindari penggunaan media pembelajaran sebagai bagian yang integral. Salah satu media pembelajaran adalah buku ajar sebagai media konvensional yang sampai saat ini masih dipergunakan, namun penyajian yang ditulis dalam buku ajar ini umumnya berisi materi yang membutuhkan pemahaman yang tinggi karena bentuknya yang baku dan ilmiah, sehingga diperlukan media pembelajaran alternatif yang dapat membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Anjuran agar menggunakan media dalam pembelajaran terkadang sulit dilaksanakan, disebabkan dana yang terbatas untuk membelinya.
Menyadari hal itu, disarankan agar tidak memaksakan diri untuk membelinya, tetapi cukup membuat media pembelajaran yang sederhana selama menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Untuk tercapainya tujuan pembelajaran tidak mesti dilihat dari kemahalan suatu media, yang sederhana juga bisa mencapainya, asalkan guru pandai menggunakannya serta mampu memanipulasi media sebagai sumber belajar dan sebagai penyalur informasi dari bahan yang disampaikan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.
Media pembelajaran kartu atau Flash Cards merupakan salah satu media pembelajaran visual yang sederhana untuk mempermudah cara belajar peserta didik, media ini dibuat dengan biaya yang relatif murah, mudah dipahami dan dimengerti, namun sangat diperlukan sebagai alat bantu yang dapat merangsang motivasi belajar dalam membaca permulaan.
Menurut Basuki Wibawa dan Farida Mukti (2001), ”Media kartu atau flash cards biasanya berisi kata-kata, gambar atau kombinasi dan dapat digunakan mengembangkan perbendaharaan kata pada umumnya dan pada bahasa asing pada khususnya”. Sedangkan pada tahapan kelas 1 di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtida’iyah, media pembelajaran dengan pendekatan media kartu atau flash card ini dapat meningkatkan ketrampilan membaca pada siswa.
Berdasar dari latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Ketrampilan Membaca dengan Menggunakan Pendekatan Media Flash Card Di Kelas 1 MI Hidayatul Mubtadi’in Malang”.

1.2.Masalah Pokok
1.2.1. Masalah Umum
Dari latar belakang permasalahan tarsebut diatas, maka yang menjadi masalah umum dalam penelitian ini adalah:
1.Bagaimanakah peningkatan ketrampilan membaca siswa dengan menggunakan pendekatan media Flash Card di Kelas 1 MI Hidayatul Mubtadi’in Malang?

1.2.2. Masalah Khusus
1.Apakah penggunaan pendekatan media Flash Card di Kelas 1 MI Hidayatul Mubtadi’in Malang mampu meningkatkan ketrampilan membaca siswa ?
2.Apakah penggunaan pendekatan media Flash Card mempengaruhi peningkatan ketrampilan membaca pada siswa kelas 1 MI Hidayatul Mubtadi’in Malang?

1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Berdasarkan dari pokok permasalahan umum diatas maka tujuan umum penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut.
1.Secara umum untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan ketrampilan membaca siswa dengan menggunakan pendekatan media Flash Card di Kelas 1 MI Hidayatul Mubtadi’in Malang

1.3.2.Tujuan Khusus
1.Untuk menjelaskan apakah penggunaan pendekatan media Flash Card di Kelas 1 MI Hidayatul Mubtadi’in Malang mampu meningkatkan ketrampilan membaca siswa.
2.Untuk menjelaskan apakah penggunaan pendekatan media Flash Card mempengaruhi peningkatan ketrampilan membaca pada siswa kelas 1 MI Hidayatul Mubtadi’in Malang.

1.4.Manfaat Penelitian
1.4.1.Manfaat Secara Teoritis
a)Hasil penelitian dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijakan dalam menyusun strategi penggunaan media pembelajaran dengan pendekatan media flash card untuk meningkatkan ketrampilan membaca siswa.
b)Sebagai informasi dan pengalaman yang berguna untuk dijadikan sebagai tolak ukur atau pedoman dalam penggunaan media pembelajaran dengan pendekatan media flash card untuk meningkatkan ketrampilan membaca
c)Dari segi akademik, dapat dijadikan bahan dokumenter dan masukan yang akan dipakai sebagai dasar pijakan atau perbandingan pada penelitian selanjutnya.

1.4.2.Manfaat Praktis
a)Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan peningkatan ketrampilan membaca bagi kelas permulaan dengan menggunakan pendekatan media Flash Card.
b)Bagi Anak.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ketrampilan membaca siswa di kelas permulaan.
c)Bagi Sekolah.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyempurnakan proses belajar mengajar terutama dalam pembelajaran membaca permulaan di MI Hidayatul Mubtadi’in Malang.
d)Bagi Peneliti
Sebagai pedoman bagi peneliti dalam rangka melaksanakan tugas sebagai pendidik yang akan terjun langsung untuk mengamalkan segala ilmu yang talah dipelajari dan diterapkan dalam sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
1.5.Definisi Operasional
Untuk menghindari kesalahpahaman dari para pembaca skripsi ini, perlu adanya penegasan istilah, adapun istilah-istilah yang perlu dijelaskan adalah:
1.Media
Media Secara harfiah media memiliki arti “perantara” atau pengantar, Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat dipengaruhi efektifitas program instruktional.

2.Membaca
Membaca merupakan suatu proses membangun pemahaman dari teks yang tertulis (Smith, 1988). Membaca merupakan suatu ketrampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian ketrampilan yang lebih kecil lainnya (Ahuja,1999:13). Dengan kata lain, proses membaca adalah proses ganda, meliputi proses penglihatan dan proses tanggapan. Sebagai proses penglihatan, membaca bergantung pada kemampuan melihat simbol-simbol.

3.Flash Card atau Kartu Belajar
Flash Card atau Education Card adalah kartu-kartu bergambar yang dilengkapi kata-kata, yang diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelphia, Pennsylvania. Gambar-gambar pada flashcard dikelompok-kelompokkan antara lain: seri binatang, buah-buahan, pakaian, warna, bentuk-bentuk angka, dan sebagainya. Kartu ini dimainkan dengan cara diperlihatkan kepada anak dan dibacakan secara cepat, hanya dalam waktu 1 detik untuk masing-masing kartu. Tujuan dari metode itu adalah melatih kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata, sehingga perbendaharaan kata dan kemampuan membaca anak bisa dilatih dan ditingkatkan sejak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: