h1

Penilaian Proses

Penilaian Proses dalam Menulis Deskripsi dengan Pendekatan Kontekstual Siswa Kelas X SMK Negeri 02 Batu
*Radian Wahyu*

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada hakikatnya fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia diarahkan agar siswa terampil berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Pembelajaran bahasa selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir, mengungkapkan gagasan, perasaan, pendapat, persetujuan, keinginan, penyampaian informasi tentang suatu peristiwa dan kemampuan memperluas wawasan. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia haruslah diarahkan pada hakikat Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai alat komunikasi. Sebagaimana diketahui bahwa sekarang ini orientasi pembelajaran bahasa berubah dari penekanan pada pembelajaran aspek bentuk ke pembelajaran yang menekankan pada aspek fungsi. Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses negoisasi pesan dalam suatu konteks atau situasi menurut Sampson (Depdiknas 2005:7).
Kualitas pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan untuk menghadapi era globalisasi  yang  penuh  dengan  persaingan  dan  pasar  bebas.  Masalah-masalah yang menyangkut usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia merupakan hal yang sangat menarik untuk ditelaah.
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sejak tahun 2004 merupakan salah satu bentuk upaya konkret pemerintah Indonesia dalam menyikapi  permasalahan  pendidikan  nasional,  terutama  mengenai  input dan output pendidikan. Kurikulum tersebut membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan yang sesuai dengan tuntutan zaman dan tuntutan reformasi guna menjawab tantangan arus globalisasi.
Kurikulum Berbasis Kompetensi memberi kebebasan kepada guru untuk memilih metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Kebebasan tersebut diberikan dengan alasan agar guru lebih kreatif dalam mengolah pembelajaran sehingga dapat mengembangkan seluruh potensi, menanamkan kehidupan yang demokratis, dan menjadikan masalah sebagai sumber belajar.
Menulis  adalah  menurunkan  atau  melukiskan  lambang-lambang  grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dapat dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca dan memahami lambang-lambang grafik itu (Tarigan 1985:21). Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Salah satu aspek yang diajarkan dalam pembelajaran kebahasaan adalah menulis karangan deskripsi. Dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi, siswa diharapkan mampu melukiskan atau menggambarkan suatu objek sedemikian rupa, sehingga pembaca seolah-olah melihat,mendengar, dan merasakan sendiri objek tersebut. Menulis karangan deskripsi merupakan salah satu materi pembelajaran menulis kebahasaan yang diajarkan di kelas X.
Menulis paragraf deskripsi merupakan salah satu kompetensi dasar yang menjadi bagian dalam standar kompetensi kemampuan berbahasa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Kurikulum 2004. Dalam menulis dibutuhkan adanya ketelitian, kepaduan, keruntutan dan kelogisan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain, antara paragraf dengan paragraf berikutnya sehingga akan membentuk sebuah karangan yang baik dan utuh. Pengajaran menulis, khususnya menulis paragraf deskripsi adalah keterampilan yang bertujuan untuk mengajukan suatu objek atau suatu hal yang sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan kepala pembaca.
Melalui penelitian ini, peneliti mencoba melakukan penilaian proses melalui pendekatan kontekstual dalam menulis deskripsi sebagai alternatif pedoman penilaian dalam menulis deskripsi sehingga diharapkan siswa akan lebih tertarik untuk menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan dan diharapkan dapat mengurangi kejenuhan siswa dalam pembelajaran menulis. Untuk itu, diperlukan sebuah strategi penilaian proses yang baru agar dapat memberdayakan siswa dan guru. Strategi penilaian proses itu antara lain melalui pendekatan kontekstual. Pendekatan kontekstual memungkinkan siswa belajar dengan bermakna. Pendekatan kontekstual diharapkan dapat mendorong siswa agar menyadari dan menggunakan pemahamannya untuk mengembangkan diri dan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan nyata sehari-hari. Selain itu, pendekatan kontekstual yang demikian diharapkan siswa dapat mengerti makna belajar, manfaat belajar, status mereka, serta bagaimana mereka mencapai semua itu. Mereka akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari akan berguna bagi hidupnya nanti.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Masalah umum
Bagaimanakah penilaian proses dalam menulis deskripsi dengan pendekatan kontekstual siswa kelas X SMK Negeri 02 Batu?
1.2.2. Masalah khusus
1.Bagaimanakah Penilaian persiapan menulis deskripsi dengan pendekatan kontekstual siswa kelas X SMK Negeri 02 Batu?
2.Bagaimanakah Penilaian pelaksanaan menulis deskripsi dengan pendekatan kontekstual siswa kelas X SMK Negeri 02 Batu?
3.Bagaimanakah Penilaian hasil menulis deskripsi dengan pendekatan kontekstual siswa kelas X SMK Negeri 02 Batu?

1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui penilaian proses melalui pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis deskripsi siswa SMK Negeri 02 Batu.
1.3.2. Tujuan Khusus
1.Untuk mendeskripsikan Penilaian persiapan menulis deskripsi dengan pendekatan kontekstual siswa kelas X SMK Negeri 02 Batu.
2.Untuk mendeskripsikan Penilaian pelaksanaan menulis deskripsi dengan pendekatan kontekstual siswa kelas X SMK Negeri 02 Batu.
3.Untuk mendeskripsikan Penilaian hasil menulis deskripsi dengan pendekatan kontekstual siswa kelas X SMK Negeri 02 Batu.

1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan manfaat teoretis, yaitu dapat memberikan sumbangan pemikiran dan tolok ukur kajian pada penelitian lebih lanjut yaitu berupa alternatif yang dapat dipertimbangkan dalam usaha memperbaiki mutu pendidikan dan mempertinggi interaksi belajar mengajar, khususnya dalam penilaian proses melalui pendekatan kontekstual dalam menulis deskripsi. Manfaat teoretis lainnya adalah menambah khasanah pengembangan pengetahuan mengenai penilaian proses melalui pendekatan kontekstual dalam menulis deskripsi.
1.4.2. Manfaat Praktis
1.4.2.1. Manfaat Siswa
Dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis pada umumnya dan menulis deskripsi pada khususnya, dan meningkatkan kreativitas dan keberanian siswa dalam berpikir.
1.4.2.2. Manfaat Guru
Untuk memperkaya khasanah metode dan strategi dalam penilaian proses menulis deskripsi, untuk dapat memperbaiki metode mengajar yang selama ini digunakan, agar dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menarik dan tidak membosankan, dan dapat mengembangkan keterampilan guru Bahasa dan Sastra Indonesia khususnya dalam penilaian pembelajaran menulis deskripsi.
1.4.2.3. Manfaat Sekolah
Bagi lembaga sekolah yang diteliti dapat dijadikan sebagai metode penilaian dalam menulis deskripsi.

1.5. Definisi Operasional
Untuk menjaga agar tidak terjadi salah anggapan atau pengertian terhadap masalah yang diteliti, maka perlu di jelaskan beberapa pengertian terhadap istilah pokok yang menjadi pedoman dalam pengertian ini yaitu:
1.Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada obyek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu.
2.Pendekatan merupakan seperangkat asumsi bersifat aksiomatik mengenai hakikat bahasa, pengajaran bahasa, dan belajar bahasa yang digunakan sebagai landasan dalam merancang, melaksanakan dan menilai proses belajar mengajar bahasa.
3.Kontekstual adalah konsep belajar di mana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas sedikit demi sedikit, dan dari proses mengkonstruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat (Nurhadi dan Senduk 2003:13).
4.Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan grafik tersebut menyatakan bahwa wujud (Hasani, 2005:1).
5.Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya untuk memberikan rincian atau detail tentang obyek sehingga dapat memberi pengaruh pada emosi dan menciptakan imajinasi pembaca bagaikan melihat, mendengar, atau merasakan langsung apa yang disampaikan penulis.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: