h1

Bahasa Indonesia PKTI UIN MALIKI

Maret 5, 2014

Dalam perkuliahan ini dibahas tentang Empat Belas aspek yang berkenaan dengan keterampilan bahasa Indonesia. Empat Belas aspek dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama terdiri dari Tujuh kajian diantaranya: (1) pengertian bahasa dan bahasa Indonesia, (2) sejarah nama bahasa Indonesia, (3) sejarah perkembangan dan fungsi bahasa Indonesia, (4) karakteristik umum bahasa Indonesia dalam karya tulis ilmiah (KTI), (5) karakteristik khusus bahasa Indonesia KTI, (6) penulisan kalimat KTI, dan (7) pengembangan paragraf KTI. Selengkapnya klik di sini.

h1

Trunojoyo University International Conference 2013

November 21, 2013

KÈJHUNGAN DAN TAYUBHÂN MADURA

DALAM KAJIAN SEMIOTIKA MODERN

(Telaah Semiotik dalam Memahami Kebudyaan Madura)

 

 Moh. Badrih

(badriyadi@ymail.com)

Trunojoyo University International Conference on Social and Humanities “Contemporary Issues on Social and Culture”

Rabu, 20 November 2013

Abstrak

As a product of the Madurese, kèjhung containing the values​​, beliefs, norms, symbols, and ideology (Osbone and van Loon, 2005). First, form studies and the values ​​contained in the range can be found in kèjhung kèjhung-kejhung bhabulangan (containing hymns education) which is usually a distraction propaganda. Second, kèjhung containing certain belief can be found in kèjhung ruwatan buju ‘and kèjhung in the mask (Rukun Perawas). Third, kèjhung containing elements symbols and ideology can be found in all kinds of art kèjhung contained in Madura. In an effort kèjhung understanding of Madura. So, in this paper and discussed Kèjhungan Tayubhân Madura Semiotics in Modern Studies.

Keywords: Kejhung, tayubhan, and semiotic

h1

Edisi Penelitian Pendidikan, Bahasa, dan Sastra 2013

November 16, 2013

Edisi ini khusus membahas 37 (Tiga Puluh Tujuh) penelitian pendidikan, kebahasaan, dan kesastraan (Penelitian Tindakan Kelas, Penelitian Kelas, Penelitian Bahasa, dan Penelitian Sastra). Tulisan tersebut merupakan karya dari alumni mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang (UNISMA) Tahun 2013. Model dan pendekatan yang digunakan di dalamnya sangatlah mutakhir sehingga dapat diaplikasikan dalam semua jenjang pendidikan. Tidak hanya itu, para pembimbing tulisan ini merupakan para ahli di bidangnya. Pembimbing tersebut yiatu (1) Dr. Muhtar Data, M.Pd. (Pakar Bahasa/Tuturan), (2) Dr. Hasan  Busri, M.Pd (Pakar Bahasa/Simbol), (3) Dr. Fajar Arief, M.Pd. (Pakar Bahasa), (4) Dr. Sri Wahyuni, M.Pd. (Pakar Evaluasi Pendidikan), (5) Dr. Dyah Werdiningsih, (Pakar Psikologi Pendidikan), (6) Dr. Mukaromah, M.Pd. (Pakar Media Pembelajaran), (7) Dr. Tabrani, M.Pd. (Pakar Sastra dan Budaya), dan (8) Dr. Rani, M.Pd (Pakar Bahasa/Wacana).  Bagi guru PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA yang ingin mengembangkan kreativitasnya dalam mengajar dapat di halaman berikut ini. Selengkapnya klik di sini

by: Moh Badrih, S.Pd., M.Pd.

h1

Marques de Sade (Filsafat Kebebasan)

Januari 22, 2013

Marquis_de_Sade_by_NewHedonism

Marques de Sade adalah pendukung kebebasan ekstrim, yang tidak dibatasi oleh moralitas, agama atau hukum. Walaupun ia tidak pernah secara teknis didakwa melakukan kejahatan apapun, Sade itu dipenjara di berbagai penjara dan di rumah sakit jiwa selama sekitar 32 tahun hidupnya; sebelas tahun di Paris (10 yang dihabiskan di Bastille) per bulan di Conciergerie, dua tahun di sebuah benteng, satu tahun di Madelonnettes, tiga tahun di Bicêtre, setahun di Sainte-Pélagie, dan 13 tahun di rumah sakit jiwa Charenton. Banyak karyanya ditulis dalam penjara dan sebagian besar dibuat sewaktu masa penahanan ini. Istilah “sadisme” diturunkan dari namanya.
Marquis de Sade lahir di istana Conde, Paris, Orang tuanya Comte Jean-Baptiste Joseph François de Sade dan Marie-Eleonore de Maillé de Carman. Dia dididik oleh pamannya, Pater de Sade. Kemudian, ia menghadiri Lycée Jesuit, kemudian mengejar karir militer, menjadi Kolonel dari resimen Dragoon dan bertempur di Perang Tujuh Tahun. Selengkapnya klik di sini.

h1

Cerpen Pilihan KOMPAS

November 3, 2012

“Dua Wajah Ibu”

Perempuan tua itu mendongakkan wajah begitu mendengar desingan tajam di atas ubun-ubunnya. Di langit petang yang temaram, ia melihat lampu kuning, hijau, dan merah mengerjap-ngerjap pada ujung-ujung sayap pesawat terbang. Selengkapnya Klik di sini.

h1

Sosiologi Sastra

Oktober 14, 2012

Sosiologi sastra memandang karya sastra berhubungan dengan masyarakat. Seperti dikatakan oleh Baribin, bahwa cara kerja pendekatan sosiologi dipandu oleh hubungan karya sastra dengan kelompok sosial, hubungan selera masyarakat dengan kualitas karya sastra, serta hubungan gejala yang timbul di sekitar pengarang dengan karyanya. Perspektif sosiologi sastra dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu (1) memandang sastra sebagai dokumen sosial, (2) memandang situasi sosial pengarang, (3) memandang cara yang dipakai pengarang dalam membuat karyanya berkaitan dengan kondisi sosial budaya dan peristiwa sejarah.

Sastra merupakan hasil cipta seorang pengarang dengan menggunakan manusia dan sekitarnya (masyarakat) sebagai sarana untuk mengungkapkan ide-idenya. Di sini terlihat antara sosiologi dan sastra mempunyai objek yang sama, yaitu manusia dan masyarakat, perbedaannya terletak pada pendekatannya. Sosiologi memfokuskan pada analisis ilmiah dan objektif, sedangkan sastra memfokuskan penghayatan melalui perasaan. Maka dari itu, sosiologi dan sastra mempunyai hubungan yang erat. Sosiologi mempelajari masalah sosial dalam masyarakat, sedangkan sastra merupakan media untuk mendokumentasi masalah-masalah sosial.

Selengkapnya yang terkait klik di sini

http://goesprih.blogspot.com/2011/07/tentang-sosiologi-sastra.html

https://badriyadi.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

h1

Estetika Sastra

Oktober 14, 2012

Dilihat dari perspektif sejarahnya, estetika merupakan cabang dari filsafat atau biasanya disebut dengan filsafat keindahan. Pada mulanya estetika disebut dengan istilah keindahan (beauty). Sementara istilah estetika baru digunakan sekitar abad ke-18.

Akar kata beauty (Gie, 1996:17) berasal dari kata Latin bellum dan akar katanya adalah bonum yang berarti kebaikan. Bonum kemudian mempunyai bentuk pengecilan bonellum yang kemudian dipendekkan menjadi bellum, sehingga makna beuty berhubungan dengan pengertian kebaikan.

Perlu diketahui pula bahwa secara etimologis beauty berhubungan dengan benefit, yang berarti bermanfaat dan berguna. Dalam bahasa Indonesia, kata indah selain memiliki makna yang sama dengan kata beauty juga bermakna peduli (akan), menaruh perhatian (terhadap). Oleh akrena itu, beberapa arti atau dari istilah keindahan mengimplikasikan adanya perhatian dari subjek terhadap objek. Makna yang dimaksud sangat dekat dengan pendaat Plato yang menyatakan bahwa langkah pertama dalam memperoleh pemahaman mengenai keindahan adalah mencintai atau memperhatikan.

Dalam arti luas, keindahan yang awalnya dikembangkan oleh bangsa Yunani sebernarnya mengandung nilai kebaikan, para filsuf Yunani mengungkapan bahwa keindahan mencakupi kebaikan yang diwujudkan dalah media yang menyenangkan.

Sementara keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Penyerapan tersebut bisa berupa visualisasi menurut penglihatan, secara audial menurut pendengaran, dan juga secara intelektual menurut keindahan. Dengan demikian, menikmati keindahan tidak hanya soal melihatnya saja, tetapi juga memahami secara cermat, menyelami makna dalam keindahan tersebut serta mengolahnya melalui kecerdasan intelektual yang dimiliki manusia sebagai penikmat keindahan.

Materi Kuliah selengkapnya klik berikut. (1) Hakikat Sastra, (2) Estetika dan Interdisipliner, (3) Nilai Estetika dalam Sastra.

h1

Bahasa Indonesia (Logika Bahasa)

Oktober 14, 2012

Seorang pembawa acara dalam suatu pertemuan berkata, “Hadirin yang saya hormati, selanjutnya kita menginjak pada acara sambutan yang ketiga yaitu dari Bapak Rektor. Waktu dan tempat kami persilakan.

Daya nalar yang tidak logis dari pembicara pada kalimat di atas kadang-kadang ditanggapi secara logis oleh pendengarnya. Rektor seharusnya jangan beranjak dari tempat duduknya, karena yang dipersilakan memberikan sambutan bukan dirinya, melainkan waktu dan tempat.

Sebenarnya, tidak ada bahasa yang kacau. Kekacauan sebuah struktur bahasa hanya ganbaran kekacauan lingual, tetapi kekacauan kognitif. Kekacauan bahasa bukanlah sebab tetapi hanya merupakan akibat dari kekacauan pikiran penggunanya. Untuk berpikir jernih, diperlukan situasi yang jernih pula.

Selengkapnya klik di sini

h1

Bahasa Indonesia (Keterampilan Berbicara)

Oktober 14, 2012

Quintilianus, seorang bapak ilmu retorika berkebangsaan Romawi mengatakan, “Hanya orang yang pandai bicara adalah sungguh-sungguh manusia.” Di dalam dunia musik ada lelucon yang berbunyi, “Bermain piano itu tidak sulit! Orang hanya menempatkan jari yang tepat, pada saat yang tepat, di atas tangga nada yang tepat.”

Lelucon dari dunia musik diatas juga dapat dikenakan ke dalam ilmu retorika : ”Berbicara itu sama sekali tidak sulit! Orang hanya harus mengucapkan kata-kata yang tepat, pada saat yang tepat, kepada pendengar yang tepat.”

Memang untuk terampil dalam berbicara tidaklah semudah itu.Untuk menjadi seorang yang pandai bicara, dibutuhkan latihan yang sistematis dan tekun. Sejarah sudah membuktikannya! Orang-orang kenamaan seperti : Demosthenes, Cicero, Napoleon Bonaparte, winston Churchill, Adolf Hitler, J.F Kennedy, Marthin Luther King adalah orang-orang yang menjadi retor terkenal lewat latihan tang teratur, sistematis dan tekun.

Materi Kuliah menyusul… klik di sini

h1

Kumpulan Makalah Hasil Penelitian Kasus Ekonomi

Oktober 24, 2011


Berikut ini merupakan sejumlah makalah tentang kasus ekonomi regional Kota Malang yang diteliti oleh Mahasiswa Ekonomi Unisma Anggakatan 2010. Penelitian tersebut dilakasanakan disejumlah tempat Kota Malang, antara lain: 1) Pasar Kota Batu, 2) Pasar Dinoyo, 3) Pasar Blimbing Malang, 4) Pasar Besar Kota Malang, dan 5) Pasar Gadang. Penelitian ini untuk memenuhi tugas akhir Matakuliah Bahasa Indonesia (Penulisan Karya Tulis Ilmiah) yang dibimbing oleh Bapak Moh Badrih, S.Pd., M.Pd. Judul penelitian tersebut sebagai berikut.
1) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN BERBELANJA DI SWALAYAN.
2) DAMPAK NEGATIF ADANYA ALFAMART DAN INDOMART.
3) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN BISNIS COUNTER.
4) STRATEGI WARNET “NEEDNET” UNTUK MENARIK KONSUMEN.
5) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN TOKO BATIK.
6) PENGARUH PELAYANAN PERSONAL TEHADAP PENDAPATAN PERKAPITA.
7) TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP SWALAYAN DINOYO.
8) KEISTIMEWAAN PENERAPAN PASAR OLIGOPOLI DALAM PENIGKATAN PERMINTAAN.

h1

Karya Agung Pemikir Islam

Oktober 4, 2011


Paradigma berfikir kita memang berbeda, akan tetapi dari perbedaan itu kita mempunyai metodogi berfikir yang sama. Metodologi itulah yang nantinya akan menghasilkan beberapa kajian hasil pemikiran. Beberapa abad yang lalu kita sempat memiliki beberapa ilmuan yang sempat membuat gempar para pemikir barat, para pemikir itu di antaranya adalah Ibnu Shina atau yang dikenal di dunia barat dengan sebutan AVECENA dengan kita Al-Qunun Fi Attib dan telan mengantarkannya menjadi pemikir Islam sejati dan menjadi Bapak pada bidang Ilmu Kedoktoren klasik dan modern.
Selain itu kita juga mengenal Syaikh Abdul Qadir Ar Rahbawi dengan kitabnya, Ash-Shalah ‘Alaa Madzhibil Arba’ah. Sebuah kitab yang mampu mengurai beberapa perbedaan shalat 4 madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali). Syaikh al-‘Alim al-Fadlil Salim bin Samir al-Hadlrami dengan karangannya Safinatun Najaa fiy Ushul al-Diin wa al-Fiqh ‘alaa Madzhab Imam asy-Syafi’i, karya ulama madzhab Syafi’iyyah yakni. Merupakan kitab fiqh dasar yang masyhur yang diperuntukkan bagi pemula dan kitab ini tersebar hingga ke lini paling bawah. Imam Ghazali salah satu toko penengah teologi musli dengan kitabnya Ikhya ‘Ulumuddin dan Kimiya-U Al Sa’adah, yang mengajak kita untuk lebih mengenal hakikat diri kita, Allah Ta’alaa, alam dunia, akhirat hingga bagaimana memenejemen cinta kepada Allah. Imam Abu Hanifah (150 H) dengan kitabnya yang terkenal yakni Fiqhul Akbar. Al-’Allamah As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al Maliki Al Hasani. Kitab ulama Malikiyyah dengan kibanya Haulal Ihtifal Bidzikri Maulidin Nabawi Asy-Syarif, karya yang memaparkan dengan gamblang tentang dalil-dalil kebolehan merayakan Maulid Nabi al-Syarif. Selengkapnya klik di sini

h1

Love Tragedy Rhetorical Structure Retno Wulan

Oktober 3, 2011

The rhetoric used on the show has spread and shift ludruk verbal or oral rhetoric which only focuses on lectures and speeches. This concept is one route expansion supreme talents of man, namely the ratio and tastes through language as the ability to dialogue that is displayed in ludruk.
In addition, as an effort to persuade the public rhetoric is used not only live in the realm of production but also in the sphere of consumption. Ludruk staging rhetoric aimed at hearing moved to consume what is conveyed by the cast in any dialogue or panampilannya. As persuasion, according to Kenneth Burke route is identified, according to Rene Girard is mimesis or imitation of the ‘model’. Selengkapnya klik di sini

h1

Meningkatkan Proses Belajar PAUD

September 27, 2011


Oleh Pipit Festy SKM
Dosen DPK Kopertis di Universitaas Muhammadiyah Surabaya
File PDF Meningkatkan Proses Belajar

Kegiatan Proses Belajar Pada PAUD ini sering mengalami kendala, hal ini dapat dilihat dengan adanya pengelolaan PAUD sangat sederhana. Sedangkan kualitas kadernya masih rendah yaitu tidak memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak atau Pendidikan Guru Anak Pra Sekolah, serta belum semua kader pernah melaksanakan pelatihan sistem pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengalaman dan pendidikan seorang pendidik sangat berperan sekali dalam pengelolaan pendidikan karena berkenan dengan strategi pembelajaran Anak Usia Dini. Pengelolaan pembelajaran pada PAUD adalah sangat penting oleh karena pengelolaan PAUD bertujuan untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Adanya droup out kader yang memiliki motivasi kurang dalam melaksanakan kegiatan oleh karena bersifat sukarela juga mempengaruhi pelaksanaan proses belajar anak prasekolah ini.

Pembinaan tumbuh kembang anak pada Kelurahan Gading Kecamatan Tambaksari ini seharusnya diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh anak dan anggota keluarga lainnya, masyarakat (kader, tokoh masyakat, dan sebagainya dengan tenaga professional (kesehatan, pendidikan dan social), akan tetapi ini belum dilaksanakan sepenuhmya oleh karena sumberdana baik materi maupun sumberdaya manusianya yang kurang terpenuhi. Selengkapnya klik di sini

h1

Bahasa Eufemisme dan Plesetan

September 26, 2011


Bahasa bisa digunakan untuk mendalangi masyarakat, terutama dalam bidang politik. Sebab pidato atau argumen yang bagus bisa menyakinkan masyarakat tentang isu-isu penting.
Berdasarkan pengamatan peneliti, bahasa yang dipakai oleh para politisi (baca: pejabat) akhir-akhir ini, seperti pernyataan-pernyataan beberapat pejabat yang dimimintai keterangan oleh panitia khusus/pansus Bank Century. Paparan atau pernyataan yang disampaikan mereka terkesan membuat bingung bagi yang menyimaknya. Misalnya, pernyataan Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani, kurang lebih yang beliau sampaikan adalah “Bank Century dianggap sebagai bank yang gagal dan berdampak sistemik”. Pemakaian bahasa yang demikian terutama disebabkan oleh keinginan para politisi untuk menyembunyikan pikiran atau tujuan yang sebenarnya di balik paparan bahasa yang digunakannya. Sebab, seorang politisi menggunakan bahasa bukan hanya untuk menyatakan pendapat dan pikirannya, melainkan juga untuk menyembunyikan pikirannya. Mereka harus menyembunyikan pikiran yang sebenarnya, karena di balik pikiran itu terdapat berbagai kepentingan yang harus dipertahankan, baik bersifat nasional maupun kelompok (Panggabean, 1981:vii). Pendapat tersebut sesuai dengan pendapat Faruk (Jawa Pos:2/10/1994) bahwa pilihan masyarakat terhadap satu kata mungkin sekali memang mewakili keinginan masyarakat, keinginan yang tersembunyi sekalipun. Menurut Mustansyir (1988:41), salah satu kelemahan bahasa adalah arti kata-katanya dapat dimanipulasi; karena masyarakat kadangkala tidak konsekuen dengan alat yang masyarakat ciptakan sendiri, masyarakat berusaha memanipulasi arti kata atau ungkapan bahasa tanpa memperdulikan kaidah-kaidah yang telah masyarakat tentukan sendiri. Dalam konteks keindonesiaan, kata bukanlah sesuatu yang hampa.
Mengetahui berbagai fenomena penggunaan bahasa khususnya di dunia politik seperti uraian di atas, peneliti memiliki ketertarikan untuk meneliti fenomena-fenomena penggunaan bahasa-bahasa tersebut dengan menentukan judul penelitian “Penggunaan Eufimisme & Bahasa Plesetan Dalam Dunia Politik (Studi Kasus pada Iklan Politik dalam Pilkada Kabupaten Malang tahun 2010)”. Selengkapnya klik di sini

h1

Memahami Psikologi Anak PAUD

September 26, 2011


: Muhammad Arifin. Dalam pendidikan, guru merupakan pilar penting. Tak sekadar mentransper ilmu, tapi harus memahami perkembangan psikologi anak. Khususnya bagi guru-guru Taman Kanak-kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jika sikap guru salah, maka kreativitas anak akan terhambat.

Kondisi ini sangat dipahami Penerbit Erlangga. Setiap tahun pada seleksi Teacher Of The Year (TOTY), tahun 2010 dan 2011 selalu menggandeng psikolog. Tujuan, jelas guru-guru terpilih untuk mengikuti ajang TOTY merupakan guru yang benar-benar terbaik yang mampu menumbuhkan kreativitas anak. Upaya ini ternyata mampu menjadikan perwakilan TOTY 2010 dari Erlangga Medan menjadi juara di tingkat nasional. selengkapnya klik di sini