Bahasa Eufemisme dan Plesetan

26 09 2011


Bahasa bisa digunakan untuk mendalangi masyarakat, terutama dalam bidang politik. Sebab pidato atau argumen yang bagus bisa menyakinkan masyarakat tentang isu-isu penting.
Berdasarkan pengamatan peneliti, bahasa yang dipakai oleh para politisi (baca: pejabat) akhir-akhir ini, seperti pernyataan-pernyataan beberapat pejabat yang dimimintai keterangan oleh panitia khusus/pansus Bank Century. Paparan atau pernyataan yang disampaikan mereka terkesan membuat bingung bagi yang menyimaknya. Misalnya, pernyataan Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani, kurang lebih yang beliau sampaikan adalah “Bank Century dianggap sebagai bank yang gagal dan berdampak sistemik”. Pemakaian bahasa yang demikian terutama disebabkan oleh keinginan para politisi untuk menyembunyikan pikiran atau tujuan yang sebenarnya di balik paparan bahasa yang digunakannya. Sebab, seorang politisi menggunakan bahasa bukan hanya untuk menyatakan pendapat dan pikirannya, melainkan juga untuk menyembunyikan pikirannya. Mereka harus menyembunyikan pikiran yang sebenarnya, karena di balik pikiran itu terdapat berbagai kepentingan yang harus dipertahankan, baik bersifat nasional maupun kelompok (Panggabean, 1981:vii). Pendapat tersebut sesuai dengan pendapat Faruk (Jawa Pos:2/10/1994) bahwa pilihan masyarakat terhadap satu kata mungkin sekali memang mewakili keinginan masyarakat, keinginan yang tersembunyi sekalipun. Menurut Mustansyir (1988:41), salah satu kelemahan bahasa adalah arti kata-katanya dapat dimanipulasi; karena masyarakat kadangkala tidak konsekuen dengan alat yang masyarakat ciptakan sendiri, masyarakat berusaha memanipulasi arti kata atau ungkapan bahasa tanpa memperdulikan kaidah-kaidah yang telah masyarakat tentukan sendiri. Dalam konteks keindonesiaan, kata bukanlah sesuatu yang hampa.
Mengetahui berbagai fenomena penggunaan bahasa khususnya di dunia politik seperti uraian di atas, peneliti memiliki ketertarikan untuk meneliti fenomena-fenomena penggunaan bahasa-bahasa tersebut dengan menentukan judul penelitian “Penggunaan Eufimisme & Bahasa Plesetan Dalam Dunia Politik (Studi Kasus pada Iklan Politik dalam Pilkada Kabupaten Malang tahun 2010)”. Selengkapnya klik di sini


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: