Sosiologi Sastra

14 10 2012

Sosiologi sastra memandang karya sastra berhubungan dengan masyarakat. Seperti dikatakan oleh Baribin, bahwa cara kerja pendekatan sosiologi dipandu oleh hubungan karya sastra dengan kelompok sosial, hubungan selera masyarakat dengan kualitas karya sastra, serta hubungan gejala yang timbul di sekitar pengarang dengan karyanya. Perspektif sosiologi sastra dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu (1) memandang sastra sebagai dokumen sosial, (2) memandang situasi sosial pengarang, (3) memandang cara yang dipakai pengarang dalam membuat karyanya berkaitan dengan kondisi sosial budaya dan peristiwa sejarah.

Sastra merupakan hasil cipta seorang pengarang dengan menggunakan manusia dan sekitarnya (masyarakat) sebagai sarana untuk mengungkapkan ide-idenya. Di sini terlihat antara sosiologi dan sastra mempunyai objek yang sama, yaitu manusia dan masyarakat, perbedaannya terletak pada pendekatannya. Sosiologi memfokuskan pada analisis ilmiah dan objektif, sedangkan sastra memfokuskan penghayatan melalui perasaan. Maka dari itu, sosiologi dan sastra mempunyai hubungan yang erat. Sosiologi mempelajari masalah sosial dalam masyarakat, sedangkan sastra merupakan media untuk mendokumentasi masalah-masalah sosial.

Selengkapnya yang terkait klik di sini

http://goesprih.blogspot.com/2011/07/tentang-sosiologi-sastra.html
https://badriyadi.wordpress.com/wp-admin/post-new.php


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: