Bahasa dan Ajaran Sufi

BAHASA DAN AJARAN SUFI
Sebuah Kajian Bahasa dalam Perspektif Islam
Moh Badrih

Seorang pakar bahasa tidak perlu ditanyakan tentang konsep, teori, apalagi pengertian bahasa. Akan tetapi yang perlu ditanyakan pada mereka ialah tentang penggunaan bahasa itu sendiri. Apakah bahasa yang digunakannya tersebut telah pada tempatnya dan sesuai dengan khiatahnya ataukah bahasa yang digunakan tersebut hanya untuk kepentingannya saja tanpa memperhatikan batasan etika bahasa.
Batasan bahasa tidak hanya sebatas pada definisinya saja. Lebih jauh batasan itu seharusnya dibawa ‘menyelam’ untuk mengetahui hakikat bahasa. Apabila bahasa itu hanya dipertemukan dipermukaanya saja seperti yang telah dikatakan Halliday (1979) bahwa bahasa itu mempunyai enam funsi, 1) heuristik, 2) regulatori, 3) komunikatif, 4) instrumental, 5) emotif, dan 6) konatif. Maka bahasa ini hanya dijadikan teori dan referensi.
Sisi lain etika bahasa berusaha bagaimana menjadikan keenam fungsi tersebut betul-betul terwujud dalam sebuah tatanan masyarakat. Hal ini mengindikasikan bahwa bahasa setidaknya diperlakukan sebagaimana bahasa bukan diperlakukan sebagaimana yang dikehendaki pengguna bahasa. Kalau bahasa diperlakukan sebagaimana bahasa, pengujar bahasa akan berusaha semaksimal mungkin untuk memahami segala sesuatu yang tersirat di dalam bahasa. Akan tetapi, jika bahasa diperlakukan sebagaimana langkah dan keinginan pengguna bahasa, maka fungsi bahasa akan bergeser dari funsinya yang semula dan bahkan bahasa hanya digunakan untuk mengelabui sesama.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sebuah konsep atau pengertian bahasa karena semua itu berbasarkan pengamatan terhadap gejala dan fenomena yang ada. Halliday mengemukakan keenam fungsi itu dengan segala pertimbangan yang mendalam, bukan semata-mata pada pengakuan teori, meskipun ujung-bujungnya akan mengarah pada hal tersebut.
Selain itu, untuk menemukan keenam aspek yang disimpulkan menjadi fungsi bahasa tersebut tidak hanya difokuskan pada satu – dua orang saja atau pada kelompok tertentu. Melainkan semuanya itu merupakan representasi dari gejala yang pada saat itu telah dianggap mewakili semuanya. Bisa jadi dari keenam fungsi tersebut sudah masih relevan dengan kondisi sekarang atau barangkali semua aspek sudah tidak dapat ditemukan lagi.
Untuk itu keenam aspek itu perlu dibawa pada sebuah titik yakni ‘makna’ sehingga pesan yang terkandung di dalamnya tetap terjaga. Salah satunya yang perlu dilakukan pengguna ialah bahasa memahami masing-masing aspek. Misalnya pada aspek pertama bahwa bahasa berfungsi untuk mengenal dunia beserta isinya (heuristik) dalam hal ini pengguna bahasa tidak hanya dituntut untuk mengenal beberapa bentuk fisik saja dari sebuat objek yang diamati atau yang diajak berbicara melainkan juga pada tataran terdalam sehingga dengan demikian akan terekonruksi pemahaman lahir dan batin.
Apabila struktur ini telah terbangun dalam benak pengguna bahasa maka dapat membentuk situasi yang santun dalam menggunakan bahasa. Tujuan terakhir ini tidak berbeda jauh dengan ajaran tasawuf yang beroreintasi pada kesadaran hablum min allah dan hablum min an-nas. Yakni bagaimana cara mengenal allah lewat simbol-simbol alam semesta atau ciptaannya dan bagaimana bergaul dengan sesama lewat bahasa yang telah diamanahkannya.
Allah adalah pembendaharaan yang tersembunyi dan menginginkan untuk dikenal (hadist qudtsi), maka allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Allah berfirman “wa maa kholaqtul jinna wa al-isn illaa niyaa’ budhuna”. Oleh karena itu untuk mengenal allah maka kita harus mengenal halan yang pertama yang perlu kita tempuh adalah bagaimana caranya kita bisa memahami bahasa-bahasa allah yang ada di dalam semesta ini. Sehingga konsep bahasa untuk mengantarkan kita bertasawuf, dan bertasawuf memerlukan ‘media’ berupa bahasa. (29/1/10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: