Faktor Konsumen Berbelanja di Swalayan

Di era globalisasi ini, banyak investor membuka usaha dibidang waralaba.Investor berlomba-lomba menanamkan modalnya dengan membuka usaha seperti Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Contohnya seperti Alfamart yang berada di Jalan MT.Haryono tepatnya di depan Universitas Islam Malang. Peluang usaha ini membuat investor merasa mendapatkan kembali peluang emas pasca terjadinya krisis moneter beberapa tahun yang lalu.
Dalam pemilihan lokasi, investor memilih lokasi yang strategis.Strategis dalam arti dekat dengan pemukiman masyarakat dan transportasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat.Semakin berkembangnya peluang usaha ini, Alfamart tidak hanya terdapat di kota-kota tetapi juga terdapat di desa-desa, sehingga Alfamart sudah familiar ditelinga seluruh kalangan masyarakat.
Dampak dari adanya Alfamart ini menyebabkan pergeseran perilaku konsumen dalam membeli. Biasanya konsumen berbelanja di toko-toko kelontong, akan tetapi sekarang konsumen lebih suka berbelanja di Alfamart. Melihat kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pasar persaingan sempurna antara Alfamart dengan toko-toko kelontong disekitarnya.
Hal ini terjadi karena Alfamart, merupakan toko yang relatif besar.Dirancang untuk menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai kebutuhan khusus.Alfamart juga memberikan fasilitas yang lengkap, nyaman dan bersih.Sehingga menimbulkan rasa kebanggaan tersendiri bagi konsumen yang berbelanja disana.
Dalam menarik konsumen Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya tidak hanya memberikan fasilitas yang lengkap, nyaman dan bersihakan tetapi pramuniaganya juga memberikan pelayanan yang ramah. Dimana setiap konsumen yang masuk ke Alfamart akan mendapatkan 3S, yaitu senyum, sapa dan salam. Contohnya seperti senyum, sapa dan salam yang dilakukan oleh pramuniaga di Alfamart yang berada di depan Universitas Islam malang ”Selamat Pagi! Selamat berbelanja!”.
Pengelola Alfamart juga merancang strategi yang bisa mempengaruhi konsumen berbelanja di Alfamart. Strategi yang pertama adalah memberikan diskon pada produk tertentu dan memberikan harga promo pada produk baru dalam edisi bulan-bulan tertentu pula.Hal ini biasanya dilakukan dengan meyebarkan brosur di jalan-jalan dan perkampungan-perkampungan yang berada di sekitar Alfamart.
Baru-baru ini Alfamart juga menawarkan kartu bagi pelanggan Alfamart yang biasa disebut kartuAku. Cukup dengan membayar sebesar Rp 15.000,- konsumen sudah bisa mendapatkan kartu Aku plus sebuah mug dari Alfamart.Dengan begitu pelanggan bisa mendapatkan potongan harga 10% dari jumlah pembelian tertentu.Ini merupakan strategi yang ke dua yang juga termasuk dapat mempengaruhi konsumen untuk berbelanja di Alfamart.
Harga yang ditawarkan oleh Alfamart lebih mahal dari pada harga yang di tawarkan di toko-toko kelontong. Contohnya rokok SURYA di Alfamart seharga Rp 8.500,- sedangkan harga di toko-toko kelontong hanya Rp 8000,-.Akan tetapi pengelola Alfamart memanajemen peluang usaha ini dengan baik, sehingga mampu bersaing dan berkembang dengan pesat dengan menggunakan strategi-strategi tersebut.
Kehadiran departement store dan supermarket dalam persaingan bisnis di bidang waralaba di kota malang juga membawa dampak mengenai jumlah kunjungan konsumen di Alfamart. Karena harga yang ditawarkan departement store dan supermarket seperti Ratu juga lebih murah daripada di Alfamart. Apabila tidak dicermati dengan baik akan membawa dampak yang dapat merugikan tingkat profitabilitas yang dicapai. Oleh karena itu pengelola alfamart seharusnya tetap mempertahankan manajemennya dengan baik sehingga segala kemungkinan buruk yang dapat merugikan perusahaan dapat diantisipasi secara efektif dan efisien. Selengkapnya Klik Kel 1-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: