Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Swalayan

Seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan bisnis eceran ditengah-tengah masyarakat menjadi semakin penting. Hal ini disebabkan selain karena adanya perubahan dalam pola berbelanja masyarakat yang semakin selektif juga karena adanya perubahan cara pandang konsumen terhadap bisnis ritel itu sendiri. Bisnis ritel yang secara tradisional dipandang sebatas penyedia barang dan jasa telah berkembang menjadi tidak sekedar tempat berbelanja tetapi juga tempat rekreasi dan bersosialisasi. Sebagai konsekuensinya, bisnis ritel yang semula dikelola secara tradisional berubah menjadi bisnis yang semakin inovatif, dinamis, dan kompetitif.
Persaingan yang ketat dibisnis ritel, khususnya di Dinoyo juga disebabkan oleh semakin bayanknya bisnis ritel luar negeri yang memasuki pasar domestik. Masuknya bisnis ritel dari luar negeri yang dikelola secara profesional menuntut bisnis ritel domestik untuk dikelola secara profesional pula agar mampu bersaing dalam melanyani konsumen. Hal ini penting untuk dilakukan karena citra dapat mempengaruhi proses pembelian suatu produk atau jasa, oleh karena itu citra menjadi faktor penting bagi keberhasilan pemasaran suatu organisasi.
Melihat kondisi tersebut maka keberadaan swalayan yang dekat dengan lokasi tempat tinggal atau pekerjaan konsumen sangat diperlukan, untuk memperoleh keyakinan konsumen, swalayan tersebut seharusnya membangun citra yang baik dimata konsumen atau publik (Gronroos, 1993). Hal ini penting untuk dilakukan karena dapat mempengaruhi persepsi konsumen maupun publik, sehingga citra dapat mempengaruhi proses pembelian suatu produk atau jasa. Oleh karena itu, citra menjadi faktor penting bagi keberhasilan pemasaran suatu organisasi. Meskipun secara luas disadari bahwa citra merupakan suatu faktor penting dalam bisnis.
Pengaruh atau peran citra yang dirasakan konsumen nampak bahwa citra mempunyai pengaruh terhadap keputusan dalam berbelanja, apakah konsumen akan tetap menjadi konsumen atau pindah ke swalayan lainnya. Jika konsumen merasakan citra swalayan yang bagus sebagai akibat mereka akan cendrung bebelanja atau menkonsumsi ulang meningkatkan berbelanja dan berkeinginan untuk merekomendasikan kepada orang lain. Tetapi citra yang diraskan konsumen terhadap suatu swalayan buruk maka sebagai akibatnya konsumen akan cendrung berbelanja ke swalayan yang lain. Dengan kata lain konsekuensi dari adanya citra buruk adalah memperlemah hubungan bisnis ritel dengan konsumennya.
Selaras dengan perkembangan dunia usaha, swalayan berusaha untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi konsumennya yaitu dengan membagun citra yang baik dimata konsumen. Selengkapnya klik Kel 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: