Penelitian Pendidikan Vol 3

Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif TGT (Teams Games Tournament) dalam Membaca Intensif di Kelas XI SMA Negeri 1 Malang Tahun Pelajaran 2012-20013

Rina Wulandari –> Selengkapnya klik 1 Efektifitas model pembelajaran_Rina

ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan efektivitas model kooperatif TGT dalam pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang 2012-2013. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskriptif objektif tentang (1) hasil pembelajaran dengan kooperatif TGT (Teams Games Tournament) dalam pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI; (2) pembelajaran klasikal berbasis IT dalam pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI; (3) efektivitas  model kooperatif TGT (Teams Games Tournament) dalam pembelajaraan membaca siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan jenis penelitian pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data dengan tes. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-t dengan bantuan SPSS versi 16.0. Pengambilan sampel di lakukan dengan cara cluster sampling yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS2 dan XI IPS1 yang berjumlah 57 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa membaca intensif yang menggunakan model kooperatif TGT memiliki nilai rata-rata postest 79,46 dalam kategori baik, lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang hanya menggunakan model tanpa model kooperatif TGT  yaitu 74,66 dalam kategori sedang. Hasil pengolahan data menggunakan rumus uji-t diperoleh t hitung > t tabel  yakni 2,062>2,004. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model kooperatif TGT efektif digunakan dalam pembelajaran membaca intensif khususnya pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang tahun pelajaran 2012/2013.

Kata-kata kunci: efektivitas, Teams Games Tournament, membaca intensif

 

Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Model Kooperatif Tipe NHT pada Siswa Kelas VB MI Al Maarif 02 Singosari

Devi Ari Susanti –> Selengkapnya klik 2 Peningkatan keterampilan_Devi

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan  berbicara  melalui model kooperatif  tipe Numbered Head Together (NHT) pada siswa  kelas  VB  MI Almaarif 02 Singosari tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam dua siklus, pada setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek  dalam  penelitian  ini  adalah  siswa kelas VB MI Almaarif 02 Singosari  yang  berjumlah  41  orang.  Hasil  analisis data pada siklus I dan II yaitu: (1) hasil tes keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan, pada siklus I yaitu 66,75% dan meningkat pada siklus II menjadi 83%; (2) Skor rata-rata aktivitas kegiatan siswa di siklus I sebesar 71,24% dan pada siklus II rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 85,21%. Dari keseluruhan hasil penelitian yang diperoleh telah menunjukkan bahwa hasil pada siklus II telah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

 Kata-kata kunci: peningkatan, keterampilan berbicara, Numbered Heads Together (NHT), SD.

 

Pengembangan Model Penilaian Kinerja dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara

Evi Dhian Kusuma –> Selengkapnya klik 10 Korelasi tingkat berpikir kritis

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku panduan dan perangkat penilaian kinerja pada siswa kelas VII MTs. Yaspuri Malang. Secara khusus, penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan model penilaian kinerja dalam pembelajaran berbicara, dan (2) mengkaji ketepatan model penilaian kinerja dalam pembelajaran berbicara. Model pengembangan penelitian ini menggunakan model prosedural yang diadaptasikan dari model pengembangan Borg & Gall (1983). Model rancangan dari pengadaptasian tersebut menghasilkan langkah-langkah: (1) mengidentifikasi kebutuhan belajar berbicara, (2) merumuskan tujuan pembelajaran berbicara, (3) mengembangkan draf model pembelajaran, (4) menentukan alat ukur, (5) tes uji  coba, (6) revisi, dan (7) menghasilkan produk yang siap pakai. Adapun subjek penelitian produk adalah siswa kelas VII MTs. Yaspuri Malang. Produk akhir tersebut telah melalui dua tahap uji coba: (1) uji ahli dan (2) uji lapangan. Setelah melalui dua tahap uji coba dan revisi produk, dapat disimpulkan bahwa produk akhir buku panduan dan perangkat penilaian kinerja yang dihasilkan melalui pengembangan ini tepat digunakan dalam pembelajaran. Hal ini didukung oleh data hasil pada uji coba. Hasil penilaian ahli isi sekaligus ahli bahasa bahwa buku panduan dan perangkat penilaian kinerja yang dikembangkan memadai digunakan dalam pembelajaran. Hasil penilaian ahli evaluasi perancang dan media pembelajaran bahwa buku panduan dan perangkat penilaian kinerja yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran, meskipun ada beberapa bagian yang perlu dilakukan revisi berdasarkan catatan yang disarankan.

Kata-kata Kunci: Pengembangan, Penilaian, Kinerja, Keterampilan.

 

Analisis Kebakuan Berbahasa Indonesia dalam Penulisan Laporan Siswa Kelas V MI Raisul Anwar Gedungrejoso Probolinggo

Yofi Lidistania Oktaviani –> Selengkapnya klik 4 Analisis Kebakuan Bahasa_Yofi

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kebakuan berbahasa Indonesia dalam penggunaan ejaan, pemakaian tanda baca, penulisan kata, dan keefektifan kalimat dalam penulisan laporan siswa kelas V MI Raisul Anwar Gedungrejoso Probolinggo. Penelitian ini menggunakan hasil kerja siswa kelas V yang berbentuk laporan sebagai sumber data langsung dan peneliti sebagai instrumen utama. Data penelitian ini berupa penggunaan ejaan, pemakaian tanda baca, penulisan kata, dan keefektifan kalimat dalam laporan siswa kelas V yang kemudian dianalisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan menggunakan teknik analisis yang meliputi: (1) pereduksian data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidakbakuan berbahasa Indonesia dalam penulisan laporan siswa kelas V, yaitu: (1) penggunaan ejaan; (2) pemakaian tanda baca, meliputi: tanda titik, tanda koma, tanda titik dua, tanda elipsis, tanda kurung, tanda kurung siku, dan tanda penyingkat; (3) penulisan kata, meliputi: kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata depan di, ke, dan dari, singkatan dan akronim; (4) keefektifan kalimat, meliputi: kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan kata, kehematan, kelogisan, dan  kesatuan atau kepaduan

Kata-kata kunci: penggunaan ejaan, pemakaian tanda baca, penulisan kata, dan keefektifan kalimat.

 

Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Role Playing Pada Siswa Kelas VII MTs. Hasyim Asy’ari Batu

Musaffi –> Selengkapnya klik 5 Penigkatan Keterampilan Berbicara_Musyafi

ABSTRAK: Hasil observasi awal keterampilan berbicara siswa belum maksimal. Untuk mengatasi masalah ini maka diterapkan metode role playing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara melalui metode role playing pada aspek kebahasaan dalam menggunakan intonasi, pelafalan, dan pilihan kata dan aspek non kebahasaan dari segi kelancaran, keberanian, ekspresi, dan pemahaman materi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Jenis rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini ada 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari lima tahapan yaitu, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa VIIA MTs Hasyim Asy’ari Batu berjumlah 36 siswa. Berdasarkan hasil tindakan secara keseluruhan siklus I dan II, maka dapat dikemukakan bahwa pembelajaran keterampilan berbicara melalui metode role playing pada siswa kelas VIIA MTs. Hasyim Asy’ari Batu mengalami peningkatan secara signifikan. Dari segi kebahasaan yang meliputi: 1) intonasi, 2) pelafalan, dan 3) pilihan kata  pada pratindakan rerata nilai siswa 47,57%, siklus I naik menjadi 61,83%, dan siklus II lebih meningkat menjadi 85,72%. Aspek nonkebahasaan yang meliputi: 1) ekspresi, 2) kelancaran, penguasaan materi, dan 3) keberanian terjadi peningkat pada pratindakan rerata siswa 56,81%, siklus I naik menjadi 57,78%, dan pada siklus II meningkat menjadi 85,69%.

Kata-kata Kunci: keterampilan berbicara, metode role playing

Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas VIII  MTS Surya Buana

Artika Sari Abdullah –> Selengkapnya klik 6 Menulis Puisi_Artika

ABSTRAK: Menulis puisi merupakan sesuatu keterampilan berbahasa yang di butuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan penguasaan keterampilan menulis, diharapkan siswa dapat mengungkapkan, pikiran, perasaan yang dimilikinya setelah menjalani poses pembelajaran dalam berbagai tulisan. Fokus penelitian ini adalah: Bagaimana gambaran objektif tentang peningkatan kemampuan menulis puisi menggunakan media gambar siswa kelas VII MTS Surya Buana?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran objektif tentang peningkatan kemampuan menulis puisi menggunakan media gambar siswa kelas VII MTS Surya Buana. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. instrumen yang digunakan adalah rancangan pembelajaran, tes menulis puisi, format observasi, format wawancara, dan format catatan lapangan. Penilaian proses dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar foto untuk meningkatkan kemampun menulis puisi, pada tahap proses siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II yang pada akhirnya pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai suatu alternatif  untuk meningkatkan kemampuan berkarya siswa dalam menulis puisi menggunakan media gambar. Adapun presentase pada penilaian hasil antara siklus I dan siklus II adalah 66,27%  dan 85,87%. dengan tingkat keberhasilan sebesar 19.60%.

Kata Kunci: kemampuan menulis puisi, media gambar, siswa kelas VIII

 

Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Menggunakan Media Audiovisual Pada Siswa Kelas VIIIC SMP Negeri 02 Asembagus Situbondo

Moh Syafiq Nazly –> Selengkapnya klik 7 Menulis Puisi Audio_Syafiq

ABSTRAK: Menulis puisi merupakan kegiatan aktif dan produktif. Dikatakan aktif karena dengan menulis puisi, seseorang telah melakukan proses berpikir; dikatakan produktif karena seseorang dalam menulis puisi dapat menghasilkan sebuah tulisan yang dapat dinikmati oleh orang lain. guru dituntut dapat menggunakan media pembelajaran di antaranya media audiovisual secara kreatif. Pembelajaran kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif, efektif, dan menarik akan mampu membuat siswa untuk aktif dalam pembelajaran.Hasil peningkatan kemampuan menulis pada tahap pratulis diketahui bahwa pada kemampuan siswa dalam menulis ungkapan perasaansebagian besar (82,6 %) siswa dapat mengungkapkan perasaannya dengan tepat.  Pada tahap saat tulis diketahui bahwa kemampuan menulis puisi (100%) seluruh siswa mencapai nilai di atas SKM.Dari hasil analisis ditemukan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil menulis. Berdasarkan simpulan penelitian ini disarankan kepada kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan di lingkungan sekolah untuk menerapkan penelitian tindakan kelas agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat mengetahui kelemahan pembelajaran.Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis dengan menggunakan media audiovisual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual dapat meningkat.

Kata-kata kunci: peningkatan, menulis puisi, media audiovisual

 

Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas X MA Al-Mustaqim Lawang Melalui Media Audio Visual

Nilam Niswah Konita –> Selengkapnya klik 8 Menulis Cerpen_Nilam

Abstrak: Menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen adalah karya fiksi yang berbentuk prosa. Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada cerpen hanya direkayasa oleh pengarangnya. Fokus penelitian ini adalah: Bagaimana gambaran objektif tentang peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X MA Al-Mustaqim Lawang melalui media audio visual ?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran objektif tentang peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X Al-Mustaqim Lawang melalui media audio visual. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. instrumen yang digunakan adalah rancangan pembelajaran, tes menulis cerpen, format observasi, format wawancara, dan format catatan lapangan. Penilaian proses dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio visual untuk meningkatkan kemampun menulis cerpen, pada tahap proses siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II yang pada akhirnya pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai suatu alternatif  untuk meningkatkan kemampuan berkarya siswa dalam menulis cerpen melalui media audio visual. Adapun presentase pada penilaian hasil antara siklus I dan siklus II adalah 63,82% dan 87% dengan tingkat keberhasilan sebesar 23,18%.

Kata Kunci: peningkatan, menulis cerpen, media audio visual

 

Penerapan Strategi Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Cerita Siswa Kelas V SDN Sukun 01 Malang

Vika Khulla Mahbubah –> Selengkapnya klik 9 Strategi Metakognitif_Vika

Abstrak: Hasil observasi pendahuluan menunjukkan sebagian besar siswa kemampuan menyimaknya masih kurang khususnya kemampuan menyimak cerita. Untuk mengatasi masalah ini diterapkan strategi metakognitif yaitu strategi yang berhubungan dengan pikiran siswa tentang cara berpikir mereka sendiri dan kemampuan mereka menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan tepat dan efektif.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi objektif tentang peningkatan proses dan hasil menyimak cerita siswa kelas V SDN Sukun 01 Malang dengan penerapan strategi metakognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan menyimak cerita dengan penerapan strategi metakognitif baik pada tahap pramenyimak, menyimak, maupun pascamenyimak. Hal ini ditunjukkan dari hasil evaluasi proses dan hasil yang mengalami peningkatan dari siklus ke siklus.

Kata-kata kunci: penerapan, kemampuan menyimak, cerita, strategi metakognitif

 

Efektivitas Penggunaan Strategi Metakognitif dan Kompensasi dalam Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Kelas VIII SMPN 01 Pujon Tahun Pelajaran 2012/ 2013

Afiful Fitayati –> Selengkapnya klik 10 Strategi Kompensasi_Afiful

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan strategi belajar metakognitif dan kompensasi dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII SMPN 01 Pujon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan kuasi eksperimen quasi atau eksperimen semu. Disain yang digunakan adalah pra-posttest dan disaine control goub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara kelompok eksperimen memiliki nilai rata-rata postest 71.38 lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu 70.52. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengintegrasian strategi belajar metakognitif dan kompensasi efektif digunakan dalam pembelajaran menulis khususnya pada siswa kelas VIII SMPN 01 Pujon tahun pelajaran 2012/2012. Dengan strategi metakognitif dan kompensasi ini, pembelajar akan menyadari bahwa strategi belajar bahasanya sudah tepat atau belum

Kata-kata kunci: efektivitas, pengintegrasian strategi metakognitif dan kompensasi, menulis puisi

 

Penerapan Strategi Kompensasi dan Metakognisi dalam Belajar Bercerita Pengalaman Pribadi Siswa Kelas III MI

Oka Narulita –> Selengkapnya klik 11 Strategi Kompensasi_Oka

ABSTRAK: Bagi sebagian orang berbicara merupakan hal yang cukup rumit, terlebih jika kegiatan berbicara tersebut dilakukan di depan khalayak umum. Pengetahuan akan kosakata tentu dituntut lebih, agar apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Namun pada kenyataannya, tingkat pengetahuan setiap orang tentang kosakata berbeda, hal ini yang menyebabkan informasi yang disampaikan sedikit terhambat. Untuk mengatasi masalah ini dapat diterapkan strategi kompensasi dan metakognisi, yaitu strategi komunikasi yang dapat mempermudah seseorang menyampaikan maksud yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi objektif tentang penerapan strategi kompensasi dan metakognisi dan belajar bercerita pengalaman pribadi siswa kelas III MI Hidayatul Mubtadiin Patokpicis Wajak Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, baik guru maupun siswa tidak terlepas dari penarapan strategi kompensasi dan metakognisi yang dapat memudahkan/melancarkan proses komunikasi.

Kata-kata kunci: strategi kompensasi, strategi metakognisi, bercerita, pengalaman pribadi

 

Penggunaan Teknik Media Gambar Berseri untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Sederhana Siswa Kelas III MI Yaspuri Malang

Maria Paskalia Yustina Dike –> Selengkapnya klik 12 Gambar Berseri_Maria

Abstrak : Keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa meliputi empat aspek dasar yaitu berbicara, menyimak, membaca, dan menulis, keempat keterampilan ini harus ada didalam diri setiap siswa, karena merupakan kesatuan yang saling melengkapi kemampuan berbahasa yang baik sangat berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sejalan dengan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, kemampuan berbahasa yang baik dapat menentukan keberhasilan komunikasi dalam kehidupan masyarakat yang serba modern dan seperti sekarang ini. Untuk memperoleh hasil yang diharapkan penelitian ini menggunakan metode deskriptif  kualitatif  karena datanya bersifat kualitatif, yaitu berupa kalimat, teknik pengumpulan data. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dan memperbaiki kinerja guru dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif partisipatoris, yaitu peneliti bersama dengan seorang guru.

Kata kunci: Pembelajaran menulis, Karangan sederhana, Gambar berseri

 

Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Teknik STAD Siswa Kelas Viiib MTS Surya Buana Malang

Yuliani Ulandari –> Selengkapnya klik 13 Keterampilan Berbicara_Yuliani

ABSTRAK: Hasil wawancara yang dilakukan kemampuan berbahasa Indonesia terutama keterampilan berbicara pada siswa masih rendah dan siswa kurang berani berbicara. Untuk mengatasi masalah ini diterapkan teknik STAD, yaitu salah satu bentuk inovasi dalam memperbaiki kualitas proses belajar mengajar yang bertujuan untuk membantu siswa agar dapat belajar mandiri dan kreatif, sehingga siswa berani menyampaikan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil keterampilan berbicara siswa kelas VIIIB MTs Surya Buana Malang dengan teknik STAD. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan dalam 2 siklus, Setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB MTs Surya Buana Malang yang berjumlah 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berbicara melalui teknik STAD. Hal ini ditunjukkan dari hasil evaluasi proses maupun hasil, yang mengalami peningkatan dari siklus ke siklus.

Kata Kunci: Peningkatan, keterampilan, berbicara, teknik STAD

 

Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture dalam Keterampilan Menulis Teks Berita

Khusnul Khotimah –> Selengkapnya klik 14 Kooperative Ficture_Khusnul

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kemampuan menulis teks berita dengan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture, (2) kemampuan menulis teks berita dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dalam keterampilan menulis teks berita siswa kelas VIII SMPI Al Maarif 01 Singosari Malang tahun pelajaran 2012/2013. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen (pretest-posttest-control group design). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Al Maarif 01 Singosari Malang, kelas VIII A sebagai sampel eksperimen dan kelas VIII E sebagai sampel kontrol. Teknik pengumpulan data melalui tes menulis dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan uji t dengan rumus independent t-tes dan paired t-tes yang diolah melalui program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis berita dengan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dikategorikan baik dengan skor rata-rata 72,55, kemampuan menulis teks berita dengan model pembelajaran konvensioanl dikategorikan cukup dengan skor rata-rata 47,81, dan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dalam keterampilan menulis teks berita dengan thitung = 16,238 dan nilai ttabel = 2,000 maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture efektif dalam pembelajaran menulis teks berita.

Kata-kata kunci: efektivitas, model pembelajaran, pembelajaran kooperatif  tipe  picture and picture, menulis, teks berita

 

Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Teknik Tipe Think Pair Share Siswa Kelas X-8 MAN Malang 2 Kota Batu –> Selengkapnya klik …

Yanti –> Selengkapnya klik 15 Keterampilan Berbicara_Yanti

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peningkatan keterampilan berbicara dengan menggunakan teknik tipe think pair share siswa kelas X-8 MAN Malang 2 Kota Batu tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan dalam dua siklus, pada setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek  dalam  penelitian  ini  adalah  siswa kelas X-8 MAN Malang 2 Kota Batu yang  berjumlah  34  orang.  Hasil  analisis data pada siklus I dan II yaitu: (1) hasil tes keterampilan berbicara pada aspek isi siklus I sebesar 72,73 %, sedangkan pada siklus II menjadi 87,88%. peningkatan kemampuan berbicara pada aspek penggunaan bahasa sebanyak 30.30% (2) Skor rata-rata aktivitas kegiatan siswa di siklus I sebesar 70% dan pada siklus II rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 85%. Dari keseluruhan hasil penelitian yang diperoleh telah menunjukkan bahwa hasil pada siklus II telah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik tipe think pair share dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

 Kata-kata kunci: peningkatan, keterampilan berbicara, Think Pair Share.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: